Maximus – Apa Mahumu

28 Oktober 2008

Kau berjanji
yang kau tak akan pergi
manis mulut berbicara
kau tlah hancurkan
semua yang terindah
menjadi debu berterbangan

Apa mahu mu
kau membuatku
jadi tak menentu
apa kah salah ku
hingga kamu

Hancurkan hatiku
hanya sesalan yang ada
yang bermain dalam jiwa
baru ku sadari
cinta mu beracun dalam cinta
yang kita cipta

Ku persembahkan satu cita ku..
Setulus hati hanyalah untukmu
dan ku lakukan semampu aku tuk menyayangimu
hingga kau merasa jadi pujaan ku
meski bercinta kadang tak indah
tapi tuk buktikan kau yg terindah
dan kupastikan..i’m the lucky one..
nikmati cinta lebih dari segalanya….

jiwaku ini yg tak tersentuh
kini terasa sejak bersamammu
berikan hangat hinggaku x mampu berjauh drmu
kerna kau yg bisa buatku bahagia

meski bercinta kadang tak indah
tp tuk buktikan kau yg terindah
dan ku pastikan i’m the lucky one
nikmati cinta lebih dari segalanya

caramu membuatku x berdaya
hatiku pun ribut terjaga
kau ubah hidupku ini jadi sempurna

meski bercinta kadang tak indah
tp tuk buktikan kau yg terindah
dan ku pastikan i’m the lucky one
nikmati cinta lebih dari segalanya

Mata Ke Mata..
Ke Hati..
Hati ke Hati..
Hati Hati..

Bibir Ke Bibir..
Bicara Janji..
Janji Ke Janji..
Jadi Hujan…

Rindu ke Rindu..
Termimpi mimpi..
Hari Ke Hari..
Nanti di nanti..
Menanti Pasti..
Pasti Disisi..
Sisiku Kini..
Ternanti nanti..

Bila diceritakan tentang cinta
Segalanya muncul sekelip mata
Semuanya di depan matanya dia
Makan tidur pun tak lena

Dia… cinta…
Dia… sayang…
Aku… dicinta…
Aku… disayang…

Kamu yang bawa ku terbang
Kamulah jua yang membawa cinta
Ke jalannya..

Kamu yang bawa ku terbang
Ke bintang kejora cinta kita
Kekal untuk selamanya

Kita berdua kian bermesra
Rindu makin membara
Kita berdua bermain kata
Pasang surut tak endah

Dia… cinta…
Dia…. sayang…
Aku…. dicinta..
Aku… disayang…

Kamu yang bawa ku terbang
Kamulah jua yang membawa cinta
Ke jalannya…

Kamu yang bawa ku terbang
Ke bintang kejora cinta kita
Kekal untuk selamanya

Mata hati jiwaku…
Seluas langkah di
Sebesar cubisan
Namun segitiga bermuda

Ku ganti sungai merah
Dengan darahku
Rinduku meragutkan
Kehangatan cinta kita

Mungkin tidak sehebat mana
Ku di pertikaikan kasih
Ku bukan tempat dua ketiga
Di hati ku cuma kau yang satu
Seterusnya nyatanya hanya
Dirinya jiwanya
Jiwa ku rentas benua
Warna angkasa cinta
Cintalah kamu…

Kamu yang bawa ku terbang
Kamulah jua yang membawa cinta
Ke jalannya…

Kamu yang bawa ku terbang
Ke bintang kejora cinta kita
Kekal untuk selamanya

Bau – Warkah

28 Oktober 2008

Takkan lagi aku menunggu
kau hadir di dalam mimpi-mimpiku
puasku mengharapkan dirimu
seperti mereka yang punya cinta

Diriku tanpa dirimu
kau tempuhi penuh bahagia
diriku mahu kau tahu
pedih ini kau tak terasa

Warkahku mengharapkan dirimu
seperti yang aku kenali dulu
setiaku menantikan dirimu
seperti setianya terhadap diriku

Tapiku melepaskan mu
melangkah namun tak berdaya
terusku terus menunggu
cinta yang takkan pernah ada

Terbawa aku dalam rasa
Yang selama ini terlupa
Ooohhh Ooooh
Mungkinkah ini cinta…

Hatiku cuba
Tuk mencari
Kemana aku telah pergi
Ooohh  Oooh
Mungkin ini semua mimpi

*
Hanya ilusi
Cinta yang menipu
Keindahan yang semu
Semua hanya palsu
Keindahan semu
Semua hanya palsu

**
Bawa aku….
Kepada MU
Keindahan yang tak semu
Peluk aku
Jangan pernah
Kau biarkan
Ku terlupa pada Mu

Kasih tempat mengadu
Takkan ada cinta yang bisa sempurna
Selain kepadaMu
Kepada MU

*   Repeat 1
** Repeat 2

Sheila On 7 – Betapa

28 Oktober 2008

Seminggu setelah kau pergi
teman silih berganti
menghiburku

berkata semua teratasi
dan terus sembunyi
di balik senyum palsu
ku dengar dirimu
tak sendiri lagi

betapa hancurnya
hati dan jiwaku
*)
setahun setelah kau pergi
liriksong wordpress com
ku masih sembunyi
di balik senyum palsu
ku dengar dirimu
tak sendiri lagi

haaaaa……
betapa hancurnya
haaaaa …..
hati dan jiwaku

na na naaa aahh

setahun setelah kau pergi
liriksong wordpress com
ku masih sembunyi
liriksong.wordpress.com
di balik senyum palsu
ku dengar dirimu
tak sendiri lagi

haaaaa……
betapa hancurnya
haaaaa …..
hati dan jiwaku
betapa hancurnya

tolong bantu aku
melewati semua

Hujan – Dugaannya

28 Oktober 2008

Bapanya mahukannya jadi seorang askar,
Bukan cita-citanya,
Bukan impiannya.

Dia terlalu muda tuk tinggalkan keluarga,
Bila tiba masanya,
Pilu mula terasa.

Berkecamuk hati,hatinya sendiri,
Persoalannya kini,sampai bila mampu ku bertahan,
Mampukah ku bertahan?

Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.
Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.

Beginikah selalunya cinta,
Diakhiri sengsara,
Setelah dicurahkan semua.

Cuba ku dalami,
Sampai termimpi mimpi,
Namun apa yang ku jumpa,
Semuanya sama.

Berkecamuk hati,hatinya sendiri,
Persoalannya kini,sampai bila mampu ku bertahan,
Mampukah ku bertahan?

Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.
Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.

Ini semua dugaan Nya

Masa…
Memaksa kita
Berpisah bagi sementara
Tak pernah ku pinta

Ada… Kalanya…
Kita mampu merencana
Takdir yang terlaksana

Satu hati di hujung langit
Satu… itu sepuluh
Sejauh bima sakti
Kita yakin kembali

Tinggal…
Tinggal lah oh pari-pari
Usah kau bersedih hati
Ku percaya akan mu…

Tinggal…
Tinggal lah oh pari-pari
Usah kau bersedih hati
Ku akan kembali…

Seksa…
Tersiksa batinnya
Usah lagi kau titiskan air mata
Hati ku terseksa jua…

Penantian…
Benar-benar menyiksakan
Jika ini satu rintangan
Harus kita teruskan…

Satu hati di hujung langit
Satu… itu sepuluh
Sejauh bima sakti
Kita yakin kembali

Tinggal…
Tinggal lah oh pari-pari
Usah kau bersedih hati
Ku percaya akan mu…

Tinggal…
Tinggal lah oh pari-pari
Usah kau bersedih hati
Ku akan kembali…

Lalalalala…
Lalalalala…
Lalalalala…

Ku akan kembali… [2x]

Apakah yang engkau cari
Tak kau temukan di hatiku
Apakah yang engkau inginkan
Tak dapat lagi ku penuhi
Begitulah aku
Pahamilah aku

[**]
Mungkin aku tidaklah sempurna
Tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku
Mungkin aku tak bisa memiliki
Dirimu seumur hidupku

Back to [*][**]

Back to [**]

Dirimu seumur hidupku 3x

Aizat – Lagu Kita

28 Oktober 2008

Deras hati ku berdetar
Di langit aku terlihatkanmu
Terang malam…. teman kita
Dengan angin meniup sayu

Ku petik gitar akustik ini
Dengan harapan dia mendengar
Melodi indah yang ku cipta
Hanya untuk luahkan rinduku padanya

Dan aku terus…
Menyanyi lagu ini untukmu
Walau berjuta mendengar
Lagu ini hanya untukmu
Arah hidup kita
Digambar bintang di angkasa
Dan berkelip melukis cinta
Terciptalah Lagu Kita

Melodi indah yang ku cipta
Hanya untuk luahkan rinduku padanya

( ulang chorus 1x)

Terciptalah Lagu Kita