Hujan – Dugaannya
28 Oktober 2008
Bapanya mahukannya jadi seorang askar,
Bukan cita-citanya,
Bukan impiannya.
Dia terlalu muda tuk tinggalkan keluarga,
Bila tiba masanya,
Pilu mula terasa.
Berkecamuk hati,hatinya sendiri,
Persoalannya kini,sampai bila mampu ku bertahan,
Mampukah ku bertahan?
Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.
Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.
Beginikah selalunya cinta,
Diakhiri sengsara,
Setelah dicurahkan semua.
Cuba ku dalami,
Sampai termimpi mimpi,
Namun apa yang ku jumpa,
Semuanya sama.
Berkecamuk hati,hatinya sendiri,
Persoalannya kini,sampai bila mampu ku bertahan,
Mampukah ku bertahan?
Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.
Wowo,
Nampak ketarakah dilema di wajah ku,
Wowo,
Diluarnya tenang tapi tuhan saja tahu.
Ini semua dugaan Nya
Hazami – Mungkir Bahagia
9 September 2006
Ooo..
Dihimpit dicengkam rindu ini
Gerimis duka ku
Menggamit kenangan silam
Resah dan pilu menghampiri
Sunyinya malamku kelam
Pedih kemelut cinta
Dingin kelu bicara
‘Tuk mengungkap rindu
reff:
Sayangku mungkir pada kejujuranmu
Menolak segala bahgia dihadapanku
Kasihku mungkir pada kata janjiku
Berlari aku jauh dari cintamu
Kukesali
Dihanyut dilambung ombak lara
Sepiku berkelana
Melayari jiwa nestapa
Menggagahi rasa kesayuan
Leburlah harapan cinta
Namun kesetiaanmu
Kugenggam bagai hukuman
Mengheret langkahku
Repeat reff [X2]
Maafkan daku
Kekasih hati cinta kita berakhir
Maafkan daku
Kerna ku memungkirinya
Maafkan daku
Kekasih hati cinta jadi begini
Maafkan daku
Ku mungkir bahagia